TAK BETAH DI DUNIA NYATA (Saduran)
12 September 2011 pukul 11:13
Hakim : Benar Sdr maling kambing Pak Tohap ?Baluhap : Tidak benar Pak Hakim
Hakim : Lalu kenapa Sdr digelandang ke kantor polisi oleh massa ?
Baluhap : Tau itu Pak. Aku aja lagi bingung dan stress sejak ditinggal istri
Hakim : Lho, apa hubunganya ?
Baluhap : Gak tahan lagi rasanya hidup di dunia-nyata ini, lalu kulihat ada tali tergeletak di tepi jalan. Melihat benda itu timbullah ideku untuk menggantung leher di pohon mangga tak jauh darisana. Kemudian tali itu kuambil dan saya berjalan menuju pohon mangga itu.
Hakim : Oh maksudmu mau bunuh diri dengan memanfaatkan benda terbuang itu ? Baguslah itu, mengutamakan bahan terbuang daripada beli tali baru. Berarti hal yg meringankan itu bagimu, membantu program pemerintah mendaur-ulang / kurangi sampah.
Baluhap : Rencananya begitu Pak Hakim, tapi keburu datang orang sekampung menggebuki saya
Hakim : Lho kok bisa begitu ? Apa mungkin karena mereka kesal atas rencanamu yg tak direstui agama itu ? Tapi darimana mereka tahu bahwa Sdr akan membunuh diri ?
Baluhap : Entahlah Pak Hakim.Yang jelas sewaktu saya menuju pohon mangga itu seekor kambing juga mengikuti saya
Hakim : Oh, seekor kambing mengikuti Sdr. Kambing siapa dan darimana kira-kira binatang itu.Apa mau ikut juga mencegah Sdr melakukan hal tak baik itu ?
Baluhap : Tau Pak Hakim, yang jelas sebelum saya digebuki diteriaki maling dulu. Maling2, tangkap ono maling2
Hakim : Oh udah, ngerti saya. Ini hanya salah paham. Maka Sdr tak perlu harus dihukum Lain kali kalau mau pungut barang terbuang seperti tali itu, telusuri dulu kelanjutan tali itu seperti penelusuran Google, apakah menuju seekor kambing atau menuju sumur, dll. Hanya satu yang ingin saya tanyakan. Masihkah Sdr ingin melanjutkan rencana Sdr, atau masihkah Anda merasa tak tahan di dunia nyata ini ?
Baluhap : Ya pak hakim, sejak ditinggal isteri rasanya tak tahan lagi hidup di dunia nyata ini
Hakim : Okelah kalau begitu, maka Sdr saya hukum dengan memindahkan Sdr ke dunia –maya, bergabung dengan para FB-er. Apakah Sdr menerima putusan ini atau akan naik banding ?
Baluhap : Saya terima aja Pak Hakim, karena tak tahan lagi di dunia nyata ini. Lalu kapan saya dikirim ?
Hakim : Hubungi saja Pak Tohap yang punya kambing itu. Dialah administrator dunia maya
Baluhap : ????
Tidak ada komentar:
Posting Komentar