Jumat, 05 Juli 2013

TAMBORA LAGI TAMBORA LAGI (Se-olah3 raga)

oleh Sanggam Lumban Tobing (Catatan) pada 20 Agustus 2012 pukul 12:33
 
Kembali terjadi kebakaran kios dan rumah di kawasan Tambora Minggu Malam 190812 yl. Kali ini pinggir rel yang menjadi sasaran amukan si jago merah dan kali ini pembakaran sampah yang menjadi penyebab.

Sampah terbakar ditinggal pergi mandi dan menyambar rumah kosong ditinggal mudik.1]

Daur Ulang Sejarah (DUSj) memang paling sering terjadi di ngeri kita, sementara Daur Ulang Sampah sangat jarang dilakukan.

Kedelai - keledai

Krisis kedelai 2008 terulang lagi, kebakaran rumah ditinggal mudik terulang lagi seperti tahun yl dan persis kejadiannya di Tambora. Tetapi DUSj yang periodenya terlalu pendek bisa juga disebut 'gak kapok-kapok' seperti keledai, yang mau terperosok kedalam  jurang lebih dari sekali.

Maka krisis kedelai 2008 – 2012 boleh tergolong kepada ‘budaya-keledai’, yaitu kerelaan masuk jurang lebih dari sekali. Terlalu sering jatuh ke jurang lama-lama tak lagi menyakitkan lagi, malah dinikmati, karena ia menjadi se-olah3 raga.2]

Pemerintah gagal menangani sampah walau usia republik tercinta  sudah jalan 68 tahun.
Dulu di tahun 1999 sebuah SMP swasta terbakar di Kab Deli Sumut. Kejadiannya juga di hari Minggu sore, berawal dari kelalaian membakar sampah dan karena kebetulan angin bertiup di sore yang masih agak terik itu, maka dengan mudah api sampah menyambar tumpukan ban di halaman usaha daur-ulang ban bekas itu. Api kemudian menyambar lesplank dan plafon SMP disebelahnya dan 3 lokal hangus tak tertolong.3]

Di Sulsel juga pernah sebuah laboratorium sekolah hangus terbakar oleh kelalaian membakar sampah. Seorang siswi membakar sampahdi pekarang sekolah dan kemudian ia meninggalkan api tanpa kontrol. Tak berapa lama dinding sekolah dijilat olehSi Panjang Lidah dengan lanjutan hangus nya laboratorium itu. Kejadiannya adalah disekitar tahun 2010.

Apalah arti sebuah nama ?
Mungkin nama Tambora sudah perlu diganti, kalau kita percaya pengaruh nama terhadap orang, benda atau kawasan yang menyandangnya. Bukankah Tambora itu nama sebuah gunung yang pernah meletus di abad ke-19 dan menewaskan 70—90 ribu orang dan mengakibatkan Eropah tanpa musim-panas yang mengakibatkan gagal panen petani di Irlandia sehingga menewaskan jutaan orang karena kelaparan ?

Tambora mengandung api, itulah gunung legendaris yang mejadi 3 besar dunia bersama letusan Krakatau juga di abad ke -19 dan letusan gunung Toba puluhan ribu tahun yl.

Namun yang lebih penting adalah kehati-hatian dalam meninggalkan rumah dan juga kewaspadaan dalam membakar sampah. Tipsnya, sebelum api mati janganlah meninggalkan sampah yang dibakar. Namun lebih baik lagi adalah jangan membakar sampah, bakar sampah itu sudah kuno, bukan hanya karena riskan kebakaran, tetapi juga melepaskan CO2 ke atmosfir memicu pemanasan global


GUNUNG TAMBORA
Gunung Tambora (atau Tamboro) adalah sebuah stratovolcano aktif, juga dikenal sebagai gunung api komposit, di pulau Sumbawa, Indonesia. Sumbawa diapit baik di utara dan selatan oleh kerak samudera, dan Tambora terbentuk oleh zona subduksi aktif di bawahnya. Hal ini menimbulkan Gunung Tambora setinggi 4.300 m (14.100 kaki),  sehingga sebelumnya salah satu puncak tertinggi di kepulauan Indonesia. Setelah dapur magma besar di dalam gunung diisi selama beberapa dekade, aktivitas vulkanik mencapai klimaks bersejarah dalam letusan super kolosal 10 April 1815.Letusan tahun 1815 adalah sekitar VEI 7, letusan hanya itu ukuran sejak letusan Taupo Danau di sekitar 180 CE.

Dengan volume ejecta diperkirakan 160 km3 (38 cu mi), 1815 ledakan Tambora adalah letusan gunung berapi terbesar dalam sejarah. Ledakan itu terdengar di pulau Sumatera lebih dari 2.000 km (1.200 mil) jauhnya. Berat abu vulkanik jatuh diamati jauh seperti Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku pulau. Sebagian besar kematian dari letusan itu dari kelaparan dan penyakit, sebagai dampak letusan rusak produktivitas pertanian di wilayah setempat. Korban tewas paling sedikit 71.000 orang (letusan paling mematikan dalam sejarah), di antaranya 11,000-12,000 tewas langsung oleh letusan; [6] angka sering dikutip dari 92.000 orang yang tewas diyakini berlebihan .

Letusan tersebut menyebabkan anomali iklim global yang meliputi fenomena yang dikenal sebagai "musim dingin vulkanik": 1816 menjadi dikenal sebagai "Tahun tanpa musim panas" karena efek di Amerika Utara dan Eropa cuaca. Panen yang gagal dan kematian ternak di sebagian besar belahan bumi utara, menyebabkan terjadinya kelaparan terburuk pada abad ke-19.

Selama penggalian di tahun 2004, tim arkeolog menemukan budaya tetap terkubur oleh letusan tahun 1815.  Mereka tetap utuh di bawah 3 m (9,8 kaki) endapan awan panas dalam. Di situs yang dijuluki Pompeii di Timur, artefak dipelihara di posisi mereka duduki pada 1815.

Catatan :
1] Kec. Tambora Jakbar berpenduduk 277 ribu jiwa itu.
2] Seolah-olah-olah raga (se-olah3 raga adalah ciptaan ogut sendiri, dan sedang diurus hak patennya. Maka nanti siapa yang memakai kata itu harus bayarroyalty ke gua,he-he..Bagi teman-teman tak perlu bayar, asalkan 'punten heula' (permisi), he-he..
3](Usaha di sebelah sekolah itu adalah pembuatan timba, baskom, tempat-duduk dll dari ban-bekas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar