Sabtu, 26 Oktober 2013

BATAK BEREKOR





Di Abad ke-19 penjajah Belanda membuka perkebunan tembakau di Tanah Deli. Didatangkalah kuli-kontrak dari pulau Jawa untuk membuka hutan di Sumatera Timur itu.
Mendatangkan kukon dari pulau seberang tentu saja menjadi pilihan mudah, dikala pribumi lokal (Melayu-Deli) ogah diajak menjadi pekerja kebun. Selain agak malas, populasi suku Melayu juga tidak begitu tinggi.
Maka wajar kalau perantau Batak dari Tapanuli juga diterima bekerja di perkebunan yang akan menghasilkan dollar itu.
Menurut penuturan seorang bermarga Harahap, Orba yang pertama merantau ke Deli adalah dari Sipirok. Para pemuda Angkola itu dibekali dulu bela diri moncak sekedar untuk jaga-jaga.

Perantau dari Sipirok itu punya ciri tersendiri, yaitu parang selalu terselip di pinggang, tetapi berada didalam kain sarung. (Dulu kebanyakan orang  belum memakai celana-panjang/pendek). Maka agak repot kalau belanja di hari pekan usai gajian. Soalnya tawar-menawar dengan pedagang harus dilakukan sambil  jongkok, karena barang dagangan yang posisinya terletak diatas tanah saja.
Maka terpaksalah posisi parang  di pinggang dirobah dengan mendorong hulu senjata-tajam itu kearah depan. Tentu saja posisi parang menjadi sejajar dengan permukaan tanah dan terungkitlah kain sarung kearah belakang sehingga memberikan pemandangan lucu.

Orba yang lagi jongkok menawar barang dagangan itu terlihat seperti berekor. Itulah konon asal-usul julukan Batak berekor yang berkonotasi merendahkan itu.
Cerita diatas menurut seorang bermarga harahap di Lampung.

***

Dulu Orba memang direndahkan di Sumtim/Deli, sampai-sampai ada diantara mereka yang berinisiatip menciptakan  sebuah pantun, sekedar untuk ‘membela-diri’.
‘Senjata’ pantun itu dikeluarkan ketika ybs diserang dengan kata-kata merendahkan,misalnya ketika di-batak-batak-kan.
Bukan kapak sembarang kapak
Kapak juga tuk belah kayu
Bukan Batak sembarang Batak
Batak juga sudah masuk Melayu

Demikian menurut seorang nenek dari suku Jawa di Lampung. Nenek ini dulu bekerja di sebuah perkebunan di Deli, ikut ortunya dan pernah menjadi selir seorang mandor-kebun,sebelum akhirnya menikah dan pindah ke Lampung.

Sabtu, 27 Juli 2013

DESENTRALISASI (Antara Hambalang dan Corby)

Dari Catatan FB

30 Mei 2012 pukul 13:00
Sebuah negara bisa hancur karena korupsi, tetapi bisa juga ambruk karena mutu SDM elitnya  rendah.
Hambalang amblas bukan hanya karena penilepan dana pembangunannya, tetapi juga karena kesalahan penempatannya. Pembangunan fasilitas pembinaan OR itu terkesan dipaksakan, di sebuah perbukitan yang risiko penurunan tanahnya lebih tinggi dibandingkan dengan di dataran rendah,mana kawasan Bogor adalah kawasan curah hujan tinggi yangtebingnya rawanlongsor.

Pemilihan desa Hambalang di Bogor untuk lokasi permanen fasilitas OR itu, adalah karena sulitnya sekarang mencari lahan datar di sekitar ibukota. Dan membangun diperbukitan tentu saja lebih sulit dan mahal, selain lebih riskan terhadap gangguan penurunan tanah. Andai gedung-gedung OR itu dibangun di lokasi yang lebih rendah dan datar, maka risiko amblasnya akan lebih-rendah.

Kenapa pembangunan selalu ditumpuk di pulau Jawa ? Tentu saja karena mutu SDM penggangas pembangunan itu yang rendah, meminjam istilah Kwik Kian Gie : IQ rada-rada jongkok (termasuk mereka yang duduk di Bappenas dan Perguruan Tinggi)

Pembangunan selalu ditumpuk di Jawa, karena mereka yang menggagasnya tak punya kompetensi berpikir dalam kerangka jangka panjang – boro-boro untuk 100 tahun ke depan, 25 tahun kedepan saja tidak !

Mereka selalu menumpuk pembangunan di pulau Jawa yang sudah hampir ‘tenggelam’, sementara di pulau yang lebih luas dan berpenduduk jarang seperti Sumatera, Kalimantan dan Papua (Barat), masih  tersedia tanah yang lebih cocok untuk mendukung bangunan fisik semacam fasilitas OR.

Kenapa bisa begitu, karena mereka tak pernah mampu menggagas sebuah proyek yang memberikan nilai-tambah, padahal untuk negara yang lehernya terlilit utang hanya program dan proyek yang bernilai tambahlah yang akan membantunya melunasi utang dengan tepat waktu. (Otak mereka hanya sampai atau terpaku pada debt-ratio (perbandingan utang dengan PDB, dsb), yang bisa mengelabui dan direkayasa seperti sering dilakukan untuk hal-hal yang menyangkut angka-angka selama ini.1]

Mereka tak pernah merasakan ancaman pulau Jawa yang akan ‘tenggelam’disesaki macam-macam (penduduk yang membludak dan pembangunan yang tumpang -tindih dan semrawut), padahal seorang penyair negeri ini telah pernah memberikan sinyal lampu kuning atas hal itu.2]3]4]

Seharusnya fasilitas OR semacam itu dibangun diluar Jawa, tidak saja untuk memberikan nilai tambah, tetapi juga agar tidak kontra-produktip seperti  ikut menyumbang dalam memperpadat penduduk (urbanisasi), ikut berkontribusi dalam memacetkan transportasi dst 5]

Dengan pembangunan yang selalu diprioritasan di pulau Jawa yang subur maka uang yang beredar di negeri inipun akan selalu pincang. Kalau dana APBN 57 % dialokasikan di pulau Jawa, maka distribusi uang yang beredar di pulau berjuluk lumbung padi,Jawadwipa itu juga akan mendekati angka itu.6]

Maka sekali lagi , kehancuran bangsa ini tidak hanya karena korupsi  tetapi juga karena ketidaskcerdasan. Dan ingat, penggundulan hutan di bukit Hambalang Bogor itu demi bangunan fisik, ikut menyumbang kepada banjir di ibukota (sekecil apapun itu),  karena hulu dari 13 sungai yang melintasi ibukota adalah di kawasan Bogor.

Matematika Sosial
Matematika himpunan bisa diterapkan untuk menentukan atau menyusun skala prioritas pembangunan macam-macam di negeri kita dan dibawah ini adalah contoh metode menentukan di daerah manakah sebaiknya proyek  semacam Hambalang itu dibangun.

A = {pulau yang relatip lebih luas dari p.Jawa} = {Sumatera, Kalimantan, Papua}
B = {pulau yang kurang subur dp jawa} = {Kalimantan, NTT, NTB}
C = {pulau yang potensil dibidang OR} = {Papua, NTT}
A Ω B = {Kalimantan }
A Ω C = {Papua}
B Ω C = {NTT}

Maka proyek Hambalang, dsb lebih tepat dibangun disalahsatu propinsi Kalimantan, Papua, NTT itu dan ketika semangat memisahkan diri dari RI semakin marak di Papua, maka Papua akan mendapat kehormatan untuk menjadi tempat proyek OR itu.

Sekaligus juga untuk menyeimbangkan uang beredar, jangan hanya Jawa atau di Ina bagian Barat, tetapi merata sampai ke Ina bagian Timur. Ini adalah sekaligus program transmigrasi cerdas, dimana atlit-atlit atau calon atlit dari Inbar akan pindah kesana selama mengikuti pendidikan, kalau Papua / NTT yang menjadi pilihan.

Dan selain itu masih perlu juga dipertanyakan,apakah pusat pelatihan semacam itu begitu mendesak untuk  dibangun dengan dana trilyunan rupiah ? Apa tidak ada lagi proyek yang lain disektor OR yang lebih tepat menggunakan dana trilyun itu ?

Desentralisasi
Proyek OR seperti itu juga tak harus terpadu. Bisa saja atletik dipusatkan di NTT, sepakbola di Papua, dst. Desentralisasi juga tidak terbatas hanya dalam pemerintahan, tetapi harus di segala bidang.

Kalau perlu Menteri Pariwisata berkantor di Bali, Menhut di Kalimantan agar personalia departemen lebih dekat dengan daerah yang potensil dan strategis dalam departemennya. Menteri Kelautan dan Perikana berkantor di Maluku, dst.
Kalau ada rapat-rapar cabinet, maka Menteri yang jauh dari ibukota itu lalu dipanggil dan akan dating ke ibukota menumpang pesawat komersil. Itu bukanlah pemborosan. Yang boros adalah korupsi seperti uang perjalanan dinas fiktip dan melakukan rapat kabinet di Jogya dengan tujuan tak jelas.7]


Hambalang dan Corby
Konon untuk memperkuat posisi-tawar RI di dunia internasional dalam semangat memisahkan diri rakyat Papua, SBY lalu menempuh sebuah kebijakan yang konyol, yaitu memberikan grasi 5 tahun bagi seorang ratu-maryuana asal negeri tetangga Australia.

Ini adalah bukti ketidak-mampuan elit bangsa ini merangkul Papua agar tidak memisahkan diri. Para pembela kebijakan SBY mengistilahkan langkah-blunder boss mereka dengan ‘soft-diplomation’, sementara untuk saudaranya Papuan tak kunjung pernah dilakukan soft-approach.

Untuk menjaga agar rakyat Papua tidak ‘ngambek’, perlakukanlah seperti memperlakukan Aceh, yaitu 70 % hasil Papua untuk Papua. Bukankah kita sudah untung dapat 30 % dari propinsi paling timur itu, padahal kalau dikaji lebih dalam, sepertinya pertalian ras kita dengan mereka kurang dekat. Mereka lebih condong ke ras Melanesia.

Bahhwa Papua ‘jatuh’ ketangan RI, tidak lah cukup hanya karena persamaan sejarah, yaitu sama-sama pernah dijajah oleh Belanda, tetapi juga tak lepas dari peran AS, yang ingin propinsi kaya mineral itu jatuh ketangan mereka secara bertahap, yaitu dengan lebih dulu mendukung propinsi itu lepas dari Belanda untuk kemudian direbut. Dan sejak bergabung dengan RI, hasil alam propinsi itu sebagian besar adalah untuk pengusaha dari AS, yaitu PT Freeport.
Maka salah-satu pendekatan lunak yang perlu dilakukan kepada Papua adalah menasionalisasi tambang PT Freeport itu. Apa iya, kita tak mampu mengoperasikan tambang emas di usia republik sudah hampir berkepala 7 ?

Catatan
1] Dengan proyek yang bernilai tambah, maka pinjaman pokok akan dilunasi dengan nilai-pokok, sementara bunga pinjaman akan dilunasi dengan nilai tambah. Debt-ratio dan teori ‘tetes-madu’ ekonomi adalah berasal dari Barat yang dianut oleh para ekonom kita yang ‘text-book thinking’ yang tak pernah kreatip, walau gelarnya S3 atau S4, he-he.

2] Mereka tak pernah membaca puisi karya warganegaranya, karena mereka sebenarnya tidak menghargai kebudayaan, terbukti dari digabungkannya kebudayaan dengan pendidikan dalam Depdikbud – tidak otonom seperti di Inggris dan negara-negara lainnya. Dulu kebudayaan ditumpangkan ke pariwisata menjadi Kemenparbud, seperti seorang manula berpindah-pindah menumpang di rumah anak-anaknya yang sudah berkeluarga.*]

Sebuah puisi Taufik Ismail meramalkan akan tenggelamnya pulau Jawa, dengan liriknya …masa depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam perlahan, karena berat bebannya’..

3] Dulu pernah heboh ketika pejabat pemerintah meminta tolong kepada MUI. Waktu itu pejabat Kementerian ESDM meminta kepada MUI supaya mengeluarkan sebuah fatwa, yaitu haram bagi orang kaya mengkonsumsi BBM bersubsidi. Bukannya mengajak budayawan untuk ikut mengatasi pesoalan di negeri ini, malah pemerintah lebih suka mengajak MUI untuk membantunya dengan hal-hal yang tidak rasional. Jalan pintas yang ditempuh pejabat yang mati-akal itu akhirnya mengundang tawa dan cemoohan masyarakat.


4]Pulau Jawa juga terancam tenggelam oleh ludi (lumpur-abadi). Beberapa hari yl warga Sidoarjo melakukan aksi demo teatrikal dengan berkubang di lumpur yang menyengsarakan mereka itu, sebagai protes atas rencana pengeboran migas lagi di daerah mereka.*]


5] Urbanisasi atlet bahkan kuli bangunan

6] Kepincangan peredaran uang lebh-lebih lagi antara ibukota dengan komplemennya (meminjam istilah matematika-himpunan), yaitu 70 : 30. Di ibukota 70 % dan diluarnya hanya 30 % dari Sabang sampai Merauke.

7] Ketika pulang, para menteri tidak satu pesawat dengan presiden buang-buang ongkos. Presidenpun ngomel, boros katanya – padahal melakukan rapat kabinet di Jogya itu tidak dianggap boros.*]
Ini mirip dengan ‘larangan’mobil dinas PNS / pegawai BUMN – BUMD memakai BBM subsidi demi penghematan pemakaian BBM subsidi, lupa bahwa dengan memakai Pertamax pengeluaran negara semakin besar. Solusi ini baru tepat kalau pejabat membeli minyak kenderaan memakai duit pribadi. Dan lebih jitu lagi jika pejabat ke kantor naik sepeda.

Catatan dp Catatan
2* Kebudayaan bukanlah subordinat pendidikan atau pariwisata, tetapi adalah sebaliknya. Kebudayaan adalah lebih tua dp pendidikan dan pariwisata. Manusia telah berbudaya setelah mengenal pertanian (budi-daya), sementara pariwisata baru dimulai setelah ada kerajaan dan pendidikan formal (melembaga) baru dikenal jauh setelah manusia bercocok-tanam. Memang dalam pengertian luas pariwisata sudah setua sejarah bahkan ‘penciptaan’. Ketika Tuhan memandang ciptaannya baik adanya (Aliktab, Genesis I), berarti  Sang Maha Pencipta telah melakukan kegiatan berwisata. Dalam arti luas, pendidikan sudah setua sejarah, bahkan binatang juga memberikan pendidikan dan pelatihan berburu dan atau menyelamatkan diri kepada anak-anaknya.
Pemerintah RI (bahkan sejak mulai berdiri) telah memperlakukan kebudayaan seperti seorang manula, menumpang-numpang di rumah anak-anaknya, dimulai dari anak yang sulung (Dep. P&K d/h PPK) – lalu pindah kerumah anaknya yang lain Kemenbudpar dan kembali lagi tinggal bersama Depdikbud. Mestinya kebudayaan berdiri otonom dip anti-jompo, agar lebih bebas dan produktip.

4*]Anehnya PDIP yang ngakunya partai wong cilik itu, sedikitpun tak tergerak untuk membela korban lumpur Sidoarjo (lusi) yang menyengsarakan rakyat itu. Sudah kebangatan  namanya ganti rugi belum dilunasi, pengeboran jilid 2 mau dilakukan. Seorang pakar perminyakan ITB pernah mengatakan bahwa warga yang terkena luapan ludo itu sudah terlalu sabar. Dungunya lagi, bencana yang timbul karena kerakusan pengusaha ditanggulangi dengan APBN, yang berarti hasil dari Kalimantan, Papua, dsb digunakan untuk menalangi bencana di pulau Jawa, kapanlah hasil dari pulau Jawa digunakan untuk menanggulangi bencana diluar pulau jawa ?
Banyak sekali memang hal kontroversil di negeri ini, yang menginspirasi Peterpan menciptakan sebuah lagu berlirik kaki di kepala, kepala di kaki, he-he. Contoh dekatnya, kerugian di dusun Tanggulangin tak pernah ditanggulangi oleh penyebab luapan lumpur-abadi (ludi), kecuali ditanggulangi dengan angin, mula-mula dicicil sebagian kemudian masuk-angin.

7*]Dimasa revolusi dulu, rapat kabinet dilakukan di Jogya, karena ada gangguan Belanda / Tentara Sekutu.

Senin, 08 Juli 2013

TAK BETAH DI DUNIA NYATA

TAK BETAH DI DUNIA NYATA (Saduran)

12 September 2011 pukul 11:13
Hakim : Benar Sdr maling kambing Pak Tohap ?
Baluhap : Tidak benar Pak Hakim
Hakim : Lalu kenapa Sdr digelandang ke kantor polisi oleh massa ?
Baluhap : Tau itu Pak. Aku aja lagi bingung dan stress sejak ditinggal istri
Hakim  : Lho, apa hubunganya ?
Baluhap : Gak tahan lagi rasanya hidup di dunia-nyata  ini, lalu kulihat ada tali tergeletak di tepi jalan. Melihat benda itu timbullah ideku untuk menggantung leher di pohon mangga tak jauh darisana.  Kemudian tali itu kuambil dan saya berjalan menuju pohon mangga itu.
Hakim : Oh maksudmu mau bunuh diri dengan memanfaatkan benda  terbuang itu ? Baguslah itu, mengutamakan bahan terbuang daripada beli tali baru. Berarti hal yg meringankan itu bagimu, membantu program pemerintah mendaur-ulang / kurangi sampah.
Baluhap : Rencananya begitu Pak Hakim, tapi keburu datang orang sekampung menggebuki saya
Hakim : Lho kok bisa begitu ? Apa mungkin karena mereka kesal atas rencanamu yg tak direstui agama itu ? Tapi darimana mereka tahu bahwa Sdr akan membunuh diri ?
Baluhap : Entahlah Pak Hakim.Yang jelas sewaktu saya menuju pohon mangga itu seekor kambing juga mengikuti saya
Hakim : Oh, seekor kambing mengikuti Sdr. Kambing siapa dan darimana kira-kira binatang itu.Apa mau ikut juga mencegah Sdr melakukan hal tak baik itu ?
Baluhap : Tau Pak Hakim, yang jelas sebelum saya digebuki diteriaki maling dulu. Maling2, tangkap ono maling2
Hakim : Oh udah, ngerti saya. Ini hanya salah paham. Maka Sdr tak perlu harus dihukum Lain kali kalau mau pungut  barang terbuang seperti tali itu, telusuri dulu kelanjutan tali itu seperti penelusuran Google, apakah menuju seekor kambing  atau menuju sumur, dll. Hanya satu yang ingin saya tanyakan. Masihkah Sdr ingin melanjutkan rencana Sdr, atau masihkah Anda merasa tak tahan di dunia nyata ini ?
Baluhap : Ya pak hakim, sejak ditinggal isteri rasanya tak tahan lagi hidup di dunia nyata ini
Hakim : Okelah kalau begitu, maka Sdr saya hukum dengan memindahkan Sdr ke dunia –maya, bergabung dengan para FB-er. Apakah Sdr menerima putusan ini atau akan naik banding ?
Baluhap : Saya terima aja Pak Hakim, karena tak tahan lagi di dunia nyata ini. Lalu kapan saya dikirim ?
Hakim : Hubungi saja Pak Tohap yang punya kambing itu. Dialah administrator dunia maya
Baluhap : ????

BANDUNG LAUTAN API


 “Pahlawan adalah mereka yang  telah melampaui dirinya, mau bekerja untuk kebesaran bangsanya  dan bekerja keras untuk orang lain” (Anhar Gonggong – Sejarawan U I)


Sekarang telah menjadi lautan api, mari Bung rebut kembali ..(Hallo Hallo Bandung)

***

Sukarno-Hatta telah memproklamirkan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Namun penjajah Belanda tidak mengakui kedaulatan RI itu. Belanda yang tak punya kekuatan militer lagi, lalu meminta tolong kepada tentara Sekutu  agar melucuti persenjataan para pejuang kemerdekaan RI.

Maka pasukan Sekutu (dalam hal ini pasukan Inggris diperkuat personil dari etnis Gurkha / Nepal) memasuki "Hindia-Belanda" bersama pasukan Belanda (NICA) yang dibentuk secara buru-buru.  Dwi-Tunggal Sukarno-Hatta lalu mengungsi ke Jogya dan Bandungpun direbut tentara Sekutu / NICA pada 27 Nop. 1945. Namun perlawanan masih terjadi di Bandung Selatan.

Pihak Sekutu lalu mengultimatum agar para pejuang menyerahkan senjata rampasan dari tentara Jepang yang telah menyerah, namun para pejuang menolak. Maka ultimatumpun lebih keras lagi, yaitu mengosongkan Bandung Selatan. Tujuannya adalah untuk dijadikan markas strategis militer pihak Sekutu / NICA. Untuk menghindari bombardir pesawat musuh, maka Bandung Selatanpun dikosongkan. Keputusan diambil oleh Kolonel Abdoel Haris Nasoetion selaku Komandan Divisi III Tentara Republik Indonesia (TRI) melalui musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoeangan Priangan (MP3) untuk mengosongkan kota Bandung pada tanggal 24 Maret 1946.

Toha  Pahlawan  Bandung   Selatan
TRI dan pejuang lainnya  enggan menyerahkan kota Bandung secara utuh. Karena itu setelah mengungsikan penduduk, mereka membakar kota Bandung. Sehingga dimana-mana asap hitam mengepul membumbung tinggi ke udara mengiringi rombongan besar penduduk Bandung yang mengalir panjang meninggalkan kota Bandung. Ada yang mengatakan 200-an ribu lebih penduduk Bandung Selatan meninggalkan rumah masing-masing dengan membawa bekal seadanya.

Puncaknya adalah pembakaran yang mengakibatkan ledakan besar di gudang amunisi peninggalan tentara Jepang  yang dilakukan  Mohammad Toha dan Mohammad Ramdan, dua anggota milisi barisan Rakyat Indonesia (BRI). Tugas yang berhasil dieksekusi dengan baik oleh Mohammad Toha sekaligus menyebabkan dirinya  dan Mohammad Ramdan meninggal dalam ledakan dan kebakaran gudang tersebut.

Jumat, 05 Juli 2013

TAMBORA LAGI TAMBORA LAGI (Se-olah3 raga)

oleh Sanggam Lumban Tobing (Catatan) pada 20 Agustus 2012 pukul 12:33
 
Kembali terjadi kebakaran kios dan rumah di kawasan Tambora Minggu Malam 190812 yl. Kali ini pinggir rel yang menjadi sasaran amukan si jago merah dan kali ini pembakaran sampah yang menjadi penyebab.

Sampah terbakar ditinggal pergi mandi dan menyambar rumah kosong ditinggal mudik.1]

Daur Ulang Sejarah (DUSj) memang paling sering terjadi di ngeri kita, sementara Daur Ulang Sampah sangat jarang dilakukan.

Kedelai - keledai

Krisis kedelai 2008 terulang lagi, kebakaran rumah ditinggal mudik terulang lagi seperti tahun yl dan persis kejadiannya di Tambora. Tetapi DUSj yang periodenya terlalu pendek bisa juga disebut 'gak kapok-kapok' seperti keledai, yang mau terperosok kedalam  jurang lebih dari sekali.

Maka krisis kedelai 2008 – 2012 boleh tergolong kepada ‘budaya-keledai’, yaitu kerelaan masuk jurang lebih dari sekali. Terlalu sering jatuh ke jurang lama-lama tak lagi menyakitkan lagi, malah dinikmati, karena ia menjadi se-olah3 raga.2]

Pemerintah gagal menangani sampah walau usia republik tercinta  sudah jalan 68 tahun.
Dulu di tahun 1999 sebuah SMP swasta terbakar di Kab Deli Sumut. Kejadiannya juga di hari Minggu sore, berawal dari kelalaian membakar sampah dan karena kebetulan angin bertiup di sore yang masih agak terik itu, maka dengan mudah api sampah menyambar tumpukan ban di halaman usaha daur-ulang ban bekas itu. Api kemudian menyambar lesplank dan plafon SMP disebelahnya dan 3 lokal hangus tak tertolong.3]

Di Sulsel juga pernah sebuah laboratorium sekolah hangus terbakar oleh kelalaian membakar sampah. Seorang siswi membakar sampahdi pekarang sekolah dan kemudian ia meninggalkan api tanpa kontrol. Tak berapa lama dinding sekolah dijilat olehSi Panjang Lidah dengan lanjutan hangus nya laboratorium itu. Kejadiannya adalah disekitar tahun 2010.

Apalah arti sebuah nama ?
Mungkin nama Tambora sudah perlu diganti, kalau kita percaya pengaruh nama terhadap orang, benda atau kawasan yang menyandangnya. Bukankah Tambora itu nama sebuah gunung yang pernah meletus di abad ke-19 dan menewaskan 70—90 ribu orang dan mengakibatkan Eropah tanpa musim-panas yang mengakibatkan gagal panen petani di Irlandia sehingga menewaskan jutaan orang karena kelaparan ?

Tambora mengandung api, itulah gunung legendaris yang mejadi 3 besar dunia bersama letusan Krakatau juga di abad ke -19 dan letusan gunung Toba puluhan ribu tahun yl.

Namun yang lebih penting adalah kehati-hatian dalam meninggalkan rumah dan juga kewaspadaan dalam membakar sampah. Tipsnya, sebelum api mati janganlah meninggalkan sampah yang dibakar. Namun lebih baik lagi adalah jangan membakar sampah, bakar sampah itu sudah kuno, bukan hanya karena riskan kebakaran, tetapi juga melepaskan CO2 ke atmosfir memicu pemanasan global


GUNUNG TAMBORA
Gunung Tambora (atau Tamboro) adalah sebuah stratovolcano aktif, juga dikenal sebagai gunung api komposit, di pulau Sumbawa, Indonesia. Sumbawa diapit baik di utara dan selatan oleh kerak samudera, dan Tambora terbentuk oleh zona subduksi aktif di bawahnya. Hal ini menimbulkan Gunung Tambora setinggi 4.300 m (14.100 kaki),  sehingga sebelumnya salah satu puncak tertinggi di kepulauan Indonesia. Setelah dapur magma besar di dalam gunung diisi selama beberapa dekade, aktivitas vulkanik mencapai klimaks bersejarah dalam letusan super kolosal 10 April 1815.Letusan tahun 1815 adalah sekitar VEI 7, letusan hanya itu ukuran sejak letusan Taupo Danau di sekitar 180 CE.

Dengan volume ejecta diperkirakan 160 km3 (38 cu mi), 1815 ledakan Tambora adalah letusan gunung berapi terbesar dalam sejarah. Ledakan itu terdengar di pulau Sumatera lebih dari 2.000 km (1.200 mil) jauhnya. Berat abu vulkanik jatuh diamati jauh seperti Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku pulau. Sebagian besar kematian dari letusan itu dari kelaparan dan penyakit, sebagai dampak letusan rusak produktivitas pertanian di wilayah setempat. Korban tewas paling sedikit 71.000 orang (letusan paling mematikan dalam sejarah), di antaranya 11,000-12,000 tewas langsung oleh letusan; [6] angka sering dikutip dari 92.000 orang yang tewas diyakini berlebihan .

Letusan tersebut menyebabkan anomali iklim global yang meliputi fenomena yang dikenal sebagai "musim dingin vulkanik": 1816 menjadi dikenal sebagai "Tahun tanpa musim panas" karena efek di Amerika Utara dan Eropa cuaca. Panen yang gagal dan kematian ternak di sebagian besar belahan bumi utara, menyebabkan terjadinya kelaparan terburuk pada abad ke-19.

Selama penggalian di tahun 2004, tim arkeolog menemukan budaya tetap terkubur oleh letusan tahun 1815.  Mereka tetap utuh di bawah 3 m (9,8 kaki) endapan awan panas dalam. Di situs yang dijuluki Pompeii di Timur, artefak dipelihara di posisi mereka duduki pada 1815.

Catatan :
1] Kec. Tambora Jakbar berpenduduk 277 ribu jiwa itu.
2] Seolah-olah-olah raga (se-olah3 raga adalah ciptaan ogut sendiri, dan sedang diurus hak patennya. Maka nanti siapa yang memakai kata itu harus bayarroyalty ke gua,he-he..Bagi teman-teman tak perlu bayar, asalkan 'punten heula' (permisi), he-he..
3](Usaha di sebelah sekolah itu adalah pembuatan timba, baskom, tempat-duduk dll dari ban-bekas)

Jumat, 31 Mei 2013

HASIL KONGRES LUAR BIASA PSSI

(Minggu 170313 di Jakarta)

KLB ke-3 PSSI telah berakhir dalam sehari doang, tanpa kericuhan yang berarti. Hanya ada yang merasa dirinya berhak ikut KLB itu mencoba memaksakan-diri masuk ruang kongres, namun berhasil dicegah.
Sisanya adalah 6 anggota exco yang pemegang hak-suara, walk-out sebagai protes atas belum direhabilitirnya mereka oleh PSSI. Bahkan mereka terancam akan dipecat, karena dianggap sebagai biang kericuhan PSSI dan  Liga Ina.

Berikut hasil KLB yang berlangsung di Hotel Borobudur itu :

1. Ketua KPSI  La Nyalla Mattalitti diangkat  menjadi Waketum PSSI, sebagai imbalan dari pembubaran Komite Penyelamatan SB Ina itu secara resmi

2.ISL (pro PSSI/Johar Arifin) resmi menjadi kompetisi tertinggi di Indonesia,
3.Unifikasi Liga bakal dimulai 2014, namun masih bersifat transisi sebelum 2015. 1]

4. Kongres tahunan PSSI belum ditentukan waktunya.

5. Statuta FIFA resmi disetujui / diakui oleh 2 kubu yang bertikai.

Care-taker Menpora memuji diri sendiri dengan  keberhasilan ini. Tadinya banyak yang meragukan kemampuan saya, karena bidang saya hanyalah Teknologi Informatika.

Boleh  juga ini keberhasilan menteri dari PD itu, tetapi boleh juga tidak, karena memang tak ada pilihan bagi kedua kubu kalau masih membandel tidak mau rujuk. Soalnya akan banyak periuk nasi kelak tidak berisi, setalah PSSI dibekukan.

Yang perlu kita puji justru bukan dalam ‘keberhasilan’ Roy Suryo memadukan-ulang para ‘pebisnis’ SB Ina, tetapi adalah perhatiannya kepada seorang legenda SB ina, yi almarhum Ramang. 2] 3]

Begitu diangkat menjabat Menpora, Roy Suryo langsung menyempatkan diri mengunjungi keluarga alm Ramang di Makasar dan setelah berziarah ke makam pesepakbola tahun 1950-an itu, Roy juga memberikan sekedar sumbangan buat ibunda Ramang.

Mungkin baru RS-lah Menpora yang mengunjungi makam/keluarga seorang olahragawan, sejak berdirinya RI.

Namun sebaliknya perlu juga RS dicurigai, kenapa hanya makam seorang mantan pesepakbola yang diziarahi ? Kenapa bukan makam seorang atlit lari misalnya ?

Jangan-jangan RS ‘minta petunjuk’ di makam Ramang untuk penyelesaian kemelut atau tawuran di tubuh PSSI,  he-he…

Catatan

1] Tahapan menuju Liga Ina yang profesional di tahun 2015 itu adalah sbb

a. Tahun 2013 masih tetap ada 2 kompetisi (ISL + IPL), namun sudah dibawah atap yang sama, yi PSSI. Ini adalah konsekwensi logis dari pembubaran KPSI yang menaungi IPL.
b.Musim depan hanya ada ISL, namun dengan peserta 22 tim (18 tim dari ISL 2013 dan 4 tim dari IPL)

c. Dari 22 tim nanti ada 4 tim yang akan terdegradasi dan untuk genapkan  jadi 20 tim di kompetisi 2015 maka akan ada 2 tim promosi
dari Divisi Satu

2] Pebisnis tidak selalu mampu membangun industri, karena dengan modal 1 unit telepon dan 1 komputer, 1 set kursi tamu, 2 set meja tulis, seseorang sudah bisa menjalankan bisnis, misalnya percaloan atau perantara.
Sepakbola kita memerlukan sentuhan industri dari para industriawan yang handal, agar tak lagi membebani rakyat  lewat penggunaan APBD yang seharusnya digunakan untukmembangun  jembatan putus.

Iklan Dick Doang bersama Del Piero tahun 1992 (Piala Dunia Korea-Jepang) : Kapan ya Ina jadi juara dunia SB ?
Sekarang ini lebih penting bertanya, kapan ya SB Ina bisa hidup dari penjualan tiket, penjualan hak siar TV, penjualan asesoris, dsb ?

3] Ramang adalah pesepakbola legendaris yang dulu tergabung dalam PSM Makasar. Ikut ke Olympiade 1956 di Melbourne, dimana timnas PSSI berhasil menahan timnas Uni Sovyet 0-0
Sayang, karena peraturan pertandingan harus diulang, maka esoknya Ramang cs digunduli 0-5. Andai seperti peraturan sekarang, dilanjutkan dengan 2 x 15 menit disusul dengan adu penalty, mungkin timnas PSSI akan mampu mengalahkan tim beruang merah itu. Soalnya mental para ‘vladimir’ lagi down (tak mampu membobol gawang tim anak-bawang), sehingga bisa berakhir pada kekalahan jika dalam 2 x 15 menit masih draw. Adu penalty bisa menguntungkan tim yang tak punya beban mental atau tim yang tidak dibebani target oleh PSSI-nya, Tendangan penalty lawan bisa melenceng atau berhasil diblok oleh kiper timnas Ina, karena penendangnya sudah down-mental, demikian teorinya.

Rabu, 09 Januari 2013

FIFA BALON D 'OR

FIFA BALON D 'OR




Tinggal hitungan minggu penghargaan FIFA Balon d’Or akan diberikan, tepatnya tanggal 7 Jan’13 yad.

Tinggal 3 nominator penerima penghargaan dari FIFA dan majalah OR Perancis itu, yi Messi (Barcelona/Argentina), Ronaldo (Madrid/Portugal) dan Inesta (Barcelona/Spanyol)

Messi telah ikut meraih 3 trofi Liga Champions dan 5 gelar juara La Liga bersama klubnya Barcelona, sementara Iniesta telah mempersembahkan trofi Kejuaraan Dunia sekali, dimana ia menjadi penentu kemenangan Spanyol atas Belanda di Afsel 2010 yl. Ia mencetak gol semata wayang ke gawang Belanda, walau golnya diakuinya berbau off-side.
CR7 sendiri,sekalipun menjadi pemain termahal dunia, hanya pernah meraih juara La Liga bersama Madrid.

Messi sudah 3 kali meraih penghargan paling bergengsi sedunia itu, yitu tahun 2009, 2010 dan 2011. Maka kalau tanggal 7 Januari depan striker Barcelona itu masih dipercaya menerima penghargaan pemain terbaik SB itu, maka ia akan mencetak quattrick dalam penerimaan Balon d’Or dan menjadi yang pertama sepanjang sejarah FIFA Balon d’Or itu. Namun pencetak hattrick pertama adalah Platini dari Prancis (1983-5) yg kini menjadi Ketua UEFA.

Sebelumnya juga beberapa nama besar telah menerima penghargaan Bola Emas tsb, a.l Bobby Charlton (Inggris), Johan Cruyif (Belanda), Van Basten (Belanda), Franz Beckenbauer (Jerman), Micael Platini (Prancis, Ronaldo (Brasil), dan Ronaldhino (Brasil).

Awalnya penghargaan itu hanya diberikan oleh majalah Prancis sejak 1956, tetapi belakangan (sejak 2010) menjadi berdua dengan FIFA,sehingga namanya menjadi FIFA Balon d’Or.

Mungkinkah Iniesta akan menjadi peraih FIFA Balon d’Or tahun 2012 ? Ibrahimovich berpendapat, bahwa peran Iniesta sangatlah besar dalam terjadinya gol yang dicetak oleh Messi di la Liga maupun di Liga Champions.

Tanpa mengurangi pengakuan atas kehebatan Messi, keberhasilan Iniesta mengantarkan negaranya Spanyol meraih Piala Dunia 2010 yl, perlu dipertimbangkan oleh tim juri penilai pemberian penghargaan Balon d’Or thun 2012 ini. Sementara Messi sejauh ini belum pernah mengangkat trofi Kejuaraan Dunia,yang menjadi kelemahannya satu-satunya.

Marilah kita tunggu keputusan dewan juri.

Penghargaan The Golden Ball adalah untuk pemain SB terbaik Dunia. Dimulai sejak 1956 atas prakarsa Gabriel Hanot, pemimpin redaksi majalah kondang Prancis Fance Football pada sat itu.

Sampai 1994, BdO hanya diberikan kepada pesepakbola Eropa saja, namun kemudian pemain asing yang bermain di Eropah juga dibolehkan menerima penghargaan bergengsi itu.

1995, George Weah asal Libya yang bermain di Milan menjadi pemain non-Eropah pertama menerima penghargaan BdO ini. Dua tahun kemudian disusul oleh Ronaldo dari Brasil.